Pages

Wednesday, 20 March 2013

Aptitude Test / Tes Bakat Terbang STPI Curug

Aptitude Test / Tes Bakat Terbang STPI Curug

       Sekian lama saya menunggu pengumuman Tes Tahap II dari STPI dan akhirnya pada tanggal 24 November 2012 Pengumuman tersebut muncul di website resmi STPI saya langsung mengunduh file PDF tersebut. dan ternyata nama saya ada dalam daftar peserta yang lolos ke Tahap III !! saya sangat tidak percaya dengan penguuman itu
Dalam pengumuman tersebut hanya ada 274 orang yang lolos,dan saya diharuskan untuk mengambil surat pengantar dan melakukan biaya administrasi untuk tes bakat terbang nanti sebesar Rp. 1 juta pada tanggal 26-27 November 2012, tetapi saya ke STPI pada tanggal 27 November nya, dan di sana saya bertemu beberapa peserta yang lolos juga. Pada saat pengambilan surat pengantar kita diharuskan membawa kartu peserta, SKHUN, Materai 6000, dan Foto bewarna 2x3 sebanyak 3 lembar.
Lalu dalam surat pengantar kita akan mengikuti Brifing Tes Bakat Terbang dan Pelaksanaan Tes Bakat terbang.
Pada saat Brifing saya mendapatkan jadwal brifing pada hari Rabu, 28 November 2012, Pukul 09.00 WIB, Pakaian yang harus digunakan yaitu Baju kemeja Putih lengan Pendek, Celana Hitam (kebiru-biruan) dan sepatu kulit/ pantopel.
sesampainnya di STPI saya harus absen dulu ke panitia dan mencari kelompok saya. untuk brifing hari itu kira-kira hanya ada 90 orang dan di bagi dalam tiga kelompok, saya masuk ke kelompo 2 saat itu. kemudian kami dan dua kelompok lainnya digiring untuk  masuk ke dalam kelas. tak beberapa lama kemudian tiga orang senior angkatan 63 dan 64 masuk ke kelas kami, dua orang berpakaian kemeja putih, celana hitam kebiru-biruan  dan yang satu berpakaian baju Orange pilot.
kami pun harus memperkenalkan diri satu persatu dan motivasi kalian, yang kemudian para senior tersebut akan bertanya tentang pekerjaan orangtua, tempat tinggal, apakah punya sodara yang bersekolah di STPI juga ?, punya sodara/orangtua pilot ?.
saran saya , pada saat memperkenalkan diri suara harus tegas, jangan cengar-cengir, mesam-mesem, apalagi sampe ketawa, untuk motivasi usahakanlah jangan karena cita-cita dari kecil dan yang paling penting setiap ingin menjawab pertannyaan dari Senior HARUS diawali kata SIAP!

Kemudian Para senior membagikan HandBook yang berisi Tentang Pesawat terbang, gerakan-gerakan pesawat, instrumen-instrument dalam kokpit, cara mengontrol pesawat,Checklist, Transition dll. dan Handbook tersebut memakai Bahas inggris ternyata -_-"
Para senior memberikan pengarahan tentang cara menerbangkan pesawat, Taxi, instrument, Control column, Six main item, Transition, Checklist, aturan-aturan pada saat terbang dll.
jam 12 siang kami pun mendapat istirahat untuk sholat dan makan siang yang sudah di sediakan oleh STPI.
setelah itu kami di perbolehkan untuk masuk ke dalam hanggar dan bertemu dengan senior STPI Angkatan 64 tetapi kami harus bergantian dengan kelompok satu yang sedang berada di hanggar terlebih dahulu.
Kelompok satupun selesai, kami berjalan dengan rapih ke hanggar dan  di sana kami di sambut dengan meriah oleh Senior angkatan 64 yang sedang berada di hanggar, Kemudian kami mendapat sedikit pengarahan dan barang-barang yang harus dibawa saat tes bakat terbang diantarannya berpakaian rapih, tegas, tidak gugup, selalu bilang siap apapun yang instrukturkatakan. perlengkapan yang harus dibawa yaitu checklist, papan, headset, minyak wangi, kantong plastik dan air minum untuk instruktur .
lalu pukul 5 sore kami beserta 2 kelompok lain berkumpul di flop dan di berikan ijin untuk melihat pesawat dan masuk ke dalam pesawat Asalkan harus di temani oleh Senior.
sekitar 30 menit kami melihat - lihat pesawat, kokpit dan bertanya-tanya. lalu setelah itu kami pun berbaris untuk Apel sore, bergabung dengan  Taruna angkatan 64 dan 65.

Tanggal 02 Desember 2012, saya kembali ke STPI lagi untuk mengikuti Tes Bakat Terbang yang di haruskan bagi setiap peserta untuk tinggal di Asrama STPI selama satu minggu.
saya bersama teman-teman saya berkumpul di depan gedung Bagian Administrasi Akademik, kami pun harus menitipkan Alat komunikasi kami ke Panitia STPI sebelum masuk kedalam lingkungan Asrama. Kami berbaris dan berjalan menuju ke gerbang asrama, kami disambut oleh Pembina ketarunaan dgn omelan yaaa maklum lah kami berjalan asal-asalan, klemar-klemer. haha. .  ..
kemudian kami dipandu untuk masuk ke lingkungan asrama, suasananya cukup sepi saat itu, lalu kami memasuki kamar yang sudah di tentukan. satu kamar berisi 6 orang.
pukul 07.00 kami diberi makan malam dan beberapa info tentang STPI, Peraturan saat makan, dll.
sebelum mengambil makanan harus hormat ke Lambang STPI dulu, terus Kalau makan jgn berisik, harus Cepet, jangan ngobrol, posisi badan harus tegap dan harus habis.

Selesai Makan malam kami kembali ke Asramah kami masing-masing, kami belajar dan menghafalkan kembali checklist dan transisi. pukul 10 malam, kami diharuskan tidur .
jam 04.00 Kami harus bangun, cuci muka dan bersiap untuk Olahraga Pagi.
kalau mau Tes Bakat Terbang Bawa Sepatu olahraga, Baju dan celana training.
olahraga paginya cuma pemanasan dan push up doang ko..
setelah itu kami kembali ke asramah untuk mandi, sholat dan bersiap-siap ke Hanggar, tetapi sebelum itu kami sarapan pagi dulu pastinya.

skip => tanggal 04 Desember 2012
dua hari saya tidak mendapatkan jadwal terbang membuat saya frustasi, dan di hari rabu sesampainya kami di Hanggar, Danton kami mengumumkan beberapa orang yang akan terbang Hari ini, dan nama saya pun disebut! waduhh saya langsung panik.
saat itu saya dijadwalkan terbang saat "Rest Periode : 05.00-06.00 GMT " sekitar pukul 11.30 WIB. dengan Ka Bayu sebagai Instruktur menggunakan pesawat PK-AEC (warrior), saya langsung menghafal lagi semua transisi dan checklist . dan kemudian Danton kami mengumumkan kembali bahwa saya tidak jadi terbang saat "Rest Periode" tetapi di "Periode 5 : 06.30-07.30 GMT" sekitar jam 1 siang WIB dengan instruktur dan pesawat yg sama.
saya sangat kecewa saat itu, karena sampai matahari tenggelam pun saya tidak jadi terbang, karena Instruktur saya tidak ada. :(



Tanggal 05 Desember 2012
Saya mendapat jadwal terbang lagi hari itu dengan pesawat ED (echo delta) di periode ketiga dengan instruktur ka bayu lagi, tetapi pada saat saya laporan dengan dia, ka bayu tidak bisa terbang lagi karena merasa capek, kemudian ka bayu meminta indtuktur lain untuk menggantikannya. Alhamdulilah saya terbang dengan instruktur Bang Nickoda dengan pesawat EE (echo echo). Saya sangat grogi saat bang nickoda mulai masuk ke kokpit, lalu saya menawarkan untuk membaca Check List tidak semua Checklist say abaca, karena ada salah satu instrument yg saya lupa. Hehehe. . . .  Lalu bang nickoda yg mengambil penuh kokpit kemudian ia menyalakan mesin, tetapi ada satu kesalahan yang saat itu saya buat, saya lupa untuk mengubah Fuel Selector ke kanan dan karna itu pada saat Break di lepas, mesin pun mati kembali, Tolol sekali saya ini. Dan saya mendengar Bang Nickoda bilang “Bego” dengan nada yg pelan. Lalu ia yang menyalakan ulang mesin kemudian melakukan Taxi, bang nickoda menyuruh saya untuk Taxi dan setelah saya memegang kendali ternyata sangat berat sekali, pesawat berbelok ke kanan terus dan control rudder yang ada di kaki saya sangat keras sekali untuk di injak, lalu saya sadari pintu kanan pesawa sengaja dibuka oleh bang nickoda agar pesawat sulit dikendalika saat Taxi.
Sebelum kami memasuki Runway bang Nickoda memberikan arahan “mas nanti kalo udah di Runway rem nya jangan sampe di injek yah” saya jawab “Siap Pak!”, kemudian pesawat kami mulai melaju di Runway Dengan Kecepatan 40 Knot, Bang Nickoda kembali memberitahu saya “Nanti kalau udah 70 kamu Unstick yahh”, saya jawab “ Siap Pak” dan lagi-lagi saya melakukan kesalah kembali, ketika pesawat melaju dengan kecepatan 40,50,60 dan ketika tepat 70 knot saya, melepaskan tangan saya dari Control, bang Nickoda langsung menyuruh saya kembali memegang Control dan menariknya. Haduhhh…… jujur saja, saya saat itu tidak mengerti apa itu Unstick.

Berada di ketinggian 2000 feet Bang Nickoda mulai menyerahkan Control Kepada saya, saya di suruh untuk melakukan Cruise-to-Climb ke 3000 feet langsung saja saya menjawab “siap Cruise-to-Climb Target attitude 3000 feet” dan membaca transisi untuk Cruise-to-Climb. Lalu kami mulai Heading 360o, Turn right/left Heading dengan target 30o, rate one turn left/right, yawing, rolling, transition  dan yang cukup sulit untuk saya yaitu Straight-and-level yaitu menerbangkan pesawat dengan posisi lurus tanpa naik,turun dan belok-belok, kadang-kadang saya disuruh tidak melihat Instrument di Kokpit, dan harus melihat ke Horizon yaitu seperti garis yang horizontal antara langit dan daratan. Saya juga membuat kesalahan lagi saat bang nickoda menginstuksikan saya untuk Rate one Turn saya menjawab “siap Pak!” kemudian bang Nickoda ngomong gini “jangan panggil Pak dong, keliatannya gue tua amat, Mas aja”, haduhhh…… bener-bener Grogi dan Tegang saat di atas bersama FI (flight instruktur) saya tidak berani Tersenyum dan nengok mukanya.
Selama terbang, bang Nickoda selalu mengajak saya untuk mengobrol, menanyakan asal, tempat tinggal, disaat terbang pun bang Nickoda malah mengobrol dengan Instruktur lain yang sedang terbang pula, bang Nickoda juga menceritakan asal usulnya sebelum sekolah di STPI, “Bapak saya dulu itu Petani mas, saat saya daftar di STPI, tp buktinya saya bisa jadi Pilot” saya hanya diam Mendengarkan, sekalinya saya jawab “siap” saja.
Sekitar satu jam saya terbang dengan Bang Nickoda, dan ketika hendak Landing saya sangat takut sebenarnya apalagi kalo pesawatnya masuk ke dalam awan dan terjadi sedikit turbulensi , ketika akan Landing Bang Nickoda menyuruh saya hanya memegang Control dan Mengikutinya saja, setelah Landing pun saya disuruh untuk Taxi Kembali sampai di Apron, walaupun ketika Taxi saya tukut nabrak pesawat lain yg sedang di parkir. Hehehe. . . . . sampai pesawatnya Berhenti dan mesin dimatikan Bang Nickoda bertanya “enak kan terbang ?” dan saya hanya bilang “Siap! Enak Mas, Makasih Mas” dan kemudian bang nickoda pergi kembali ke flop.
Tanggal 07 Desember 2012
Pagi setelah Sarapan, Panitia penyelenggara mengumumkan bahwa yang sudah Terbang dua kali diperbolehkan pulang, tinggal tersisa 4 orang yang belum terbang dua kali, bahkan adapula yg belum terbang sama sekali. Kami berempat langsung bergegas ke Hanggar sedangkan yang lain sibuk bersiap pulang. Sesampainnya di Hanggar kami berempat langsung mendapatkan Jadwal terbang.
Saya pun mendapat jadwal terbang dengan Mas Dida dengan pesawat EC (echo charly) sekitar pukul 8 pagi saya langsung laporan ke mas Dida dengan kaka Taruna yg ingin Terbang dengan Mas Dida juga. Tetapi pada saat itu Mas Dida Berencana ingin Pergi ke Bandung dengan instruktur lain menggunakan Helicopter, saya hanya bisa pasrah saja, soalnya kalo Mas Dida gak ada, artinnya saya harus nunggu ampe selesai sholat juma’at atau ga besoknya lagi.
dan syukur alhamdulilah mas Dida gak jadi pergi, dan siap terbang dengan saya di periode kedua. Selama terbang dengan Mas Dida saya tidak diperbolehkan menyentuh apapun sebelum dia menyuruhnya. Saya hanya diam dengan badan tegak lurus, mendengarkan Mas Dida yang sedang contek dengan Air Traffic Control (ATC), dengan suara yang kurang jelas, bercampur gemuruh angin dan comunikasi lain yg bertabrakan, berbeda saat terbang dengan Bang Nickoda. Sesampainya di ketinggian 2000 feet Mas dida bilang “you have control” karena suara yg terdengar kurang jelas saya diam saja, lalu dia mengulangi lagi dengan lebih keras, dan saya menjawab “I have control”. Saat saya terbang dengan mas dida, dia menyuruh saya untuk climbing dan yang saya belum bisa yaitu Straight and Level tanpa harus melihat ke Instrument, pesawat yg saya  terbangkan terombang ambing, belak-belok, naik turun, saya pun kena omel ama Mas Dida, jujur saja saya sangat DOWN setelah itu, saya kehilangan konsentrasi dan perhatian saya terhadap suara Mas dida, kadang apa yang dia Instruksikan tidak saya jawab/lakukan karena saya tidak mendengarnya. Beberapa Binatang pun kadang muncul dari mulutnya L.
saya mohon maaf untuk penerbangan kedua , saya tidak ceritakan karena banyaknya kesalahan yang saya lakuin di penerbangan itu. Saya mohon maaf.
Saran :
-          Sebelum tes bakat terbang dimulai persiapkan diri sematang mungkin.
-          Jangan meremehkan
-          Saat berbicara dengan FI, diawali kata “Siap!”
-          Ijin untuk  Cokpit Drill dahulu sebelum terbang
-          Hafalkan checklist dan transisi
-          Pelajari lagi modul yang diberikan
-           JANGAN SEPERTI SAYA YAHHHH

saya sangat kurang menikmati untuk terbang yang kedua, saya semakin pesimis tentang Hasil STPI, saya pun kurang yakin akan pengumuman nanti, walaupun sampai sekarang belum ada pengumuman apapun dari STPI.

peserta tes bakat terbang periode pertama

bersama teman satu kamar


bersama peserta lain

pada saat makan malam

Pada saat makan malam





Mingkin hanya ini yang bisa saya share, semoga saja menjadi pelajaran yang bisa diambil oleh teman-teman yang mau Daftar STPI sebagai Pilot.
SEMANGAT….

18 comments:

  1. atma, gue martin tmn loo kmrn tes bakat, inget kga ? haha sukseslah buat kita bro berdoa yg penting udah lakuin yg terbaik aja o:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gua inget,..gua inget Martin Goller kan ?
      haha. . . . iya bro, tapi lama bgt nihh pengumumannya..

      Delete
    2. siap bener banget, iyaa berdoa trus dan yakin pasti lolos broo hehehe

      Delete
    3. Alhamdulilah Kita Berdua LULUS tin ..... :D
      lu udah dpt suratnya belum tin ?

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. wah hingga tanggal 24 maret 2013 ini pengumuman final diterima/tidak blm keluar ya? lama banget ya tahap penerimaan STPI Curug ini -.-

    Oya mas kenal Dedy Pratama gak? dia ikut seleksi STPI Curug juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya Pengumumannya pun keluar tanggal 27 maret lalu...
      yaaaa bgtu lahhh...

      wahh saya kurang tahu tuh, dia Penerbang juga ?

      Delete
    2. bro lolos stpi kan?? ngomong ngomong hobby hiking juga nih?? sabtu bawa tas carrier gausah koper yok hahaha

      Delete
    3. wahh saya nya engga punya Tas Carrier, itu pny teen saya . hehe. . .
      bawa koper aja gua mah..
      Zulfikar salam kenal yahh

      Delete
  4. anjirr kereen maa calon pilot siaa ! hahaha. GOOD LUCK eaaa ma ?! hahaha

    ReplyDelete
  5. Kalo di asrama boleh bawa hp engga? Terus kalo cewe rambutnya harus pendek ya?

    ReplyDelete
  6. permisi mas bertanya....
    Tes TPA STPI apakah seperti model TPA SBMPTN atau TPAnya yg ada materi SAINS (Matematika ,b.inggris,fisika)??"
    suwun...

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. WAH SUCCSES ya buat kalian...
    sayang ya biayanya MAHAL benar!! ^^

    ReplyDelete
  9. gan bener tuh sampe 45jt? biaya keseluruhan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Status Sekolah Kedinasan dan Biaya Pendidikan

      Biaya perkuliahan sepenuhnya ditanggung oleh mahasiswa. Biaya pendidikan sekolah pilot di STPI Curug relatif murah, berkisar Rp 45.000.000,- "

      "relatif cukup murah" hahahaha ironis bgt buat w

      @http://www.lintasberita.web.id/info-lengkap-pendaftaran-stpi-curug-2013/

      Delete
  10. mudah-mudahan bisa masuk ke sekolah favorit ini <>

    ReplyDelete