Tanggal 17 Desember 2014 lalu, kami seluruh taruna Sekolah Tinggi Penenrbangan Indonesia mengikuti Sosialisasi yg di adakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia yang baru Ibu ir. Yudhi Sari S.MM, Mengenai biaya pendidikan berdasarkan PP No.74 Tahun 2013 .
saya Tar.Atma suganda hanya ingin membagi informasi seputar Biaya Pendidikan di STPI Curug, agar para calon Taruna dapat memperhitungkan dan mempertimbangkan baya yg harus di persiapkan sebelum masuk STPI, dan berikut adalah Rincian-rincian biaya di STPI, untuk Semua Jurusan/Prodi
dan yang ini adalah biaya untuk menjadi seorang Penerbang (PILOT) sayap tetap dan sayap putar
semoga informasi ini membantu bpk/ibu calon taruna sekalian..
Terima kasih atas kunjuangannyaa...............
Hello, welcome to my Blog, my name is atma, i want share my experiences about anything that i have done.
Monday, 22 December 2014
Thursday, 11 April 2013
IBD Manusia dan Penderitaan
Pengertian
Penderitaan
Pengertian Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansakrta dhra yang artinya menahanatau
menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderiaan
termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat,
ada yang berat ada pula yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi oran lain.
Dapat juga suatu penderitaan merupakan energy untuk bangkit bagi seseorang,
atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Contoh :
Seseorang yang sedang
sakit dan tidak kunjung sembuh, maka orang tersebut bisa dikatakan sedang
mendapat penderitaan secara Fisik dan cara untuk mengatasi penderitaan tsb
hanya dengan Pengobaan Medis.
Siksaan
Pengertian Siksaan
Siksaan
dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa
siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah
pendertaan
Siksaan
ang dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari banyak terjadi dan banyak
dibaca di berbagai media massa. Bahkan kadang-kadang ditulis dihalaman pertama
dengan judul huruf besar, dan kadang-kadang disertai gambar si korban.
Phobia
Ketakutan
merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Bla rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut
sebagai Phobia. pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia
ringan seperti takut Pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya.
Siksaan yang sifatnya psikis
1). Kebimbangan dialami oleh sesorang bila ia pada suatu saat tidak
dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat
apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak, siapakah dari kawananya
yang akan dijadikan pacar tetapnya. Akibat dari kebimbangan seeseorang berada
dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya
saat itu.bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama
dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang cepat
berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputusan, sehingga kebimbangan akan
cepat dapat diatasi.
2). Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya
sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini
tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh
petapa atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat merak memang
sepi, tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud
dari siksaan yang dapat dialamioleh seseorang.
3). Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan sesorang
mengalami siksaan batin. Orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga
sangat mengganggu. Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau
dialami seseorang walaupun lingkunganya ramai, sebab ketakutan merupakan hal
yang sifatnya psikis.
Penyebab Seseorang Mengalami Ketakutan :
a). Claustrophobia dan agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan
tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di
tempat terbuka.
b). Gamang
merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang
tinggi. Hal ini disebabkan, karena ia takut akibat berada di tempat yang tinggi.
Misalnya seseorang harus melewati jembatan yang sempit, sedangkan dibawahnya
air yang mengalir, atau seseorang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
c). Kegelapan
merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada
di tempat yang gelap sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan
muncul sesuatu yang ditakuti, misalnya setan, pencuri. Orang yang demikian
menghendaki agar ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu terang.
d). Kesakitan
merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit
yang akan dialami, seseorang yang takut diinjeksi sudah berteriak-teriak
sebelum jarus injeksi ditusukkan ke dalam tubuhnya. Hal itu disebabkan karena
dalam pikirannya semuannya akan menimbulkan kesakitan.
e). Kegagalan merupakan ketakutan seseorang
disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta kembali, karena takut
dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan. Trauma yang pernah
dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.
Tuesday, 2 April 2013
IBD Keserasian
KESERASIAN
Teori-Teori Keserasian
1). Teori Objektif dan
Teori Subyektif
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika
menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori objektif dan
teori subyektif.
Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah
mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan merupakan sesuatu yang
ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam alam pikiran orang yang
mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua
kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.
Pendukung teori obyektif adalah plato, hegel dan bemard
bocanquat, sedangkan pendukung teori subyektif ialah henry home, earlof
shaffesbury dan Edmund burke.
Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau
ciri-ciri yang menciptakan nilai estetik adalah sifat (kualita) yang memang
telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang
mengamatinya.
Teori subyektif menyatakan bahwa ciri-ciri yang
menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam
diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adalanya keindahan semata-mata
tergantung pada pennerapan dari si pengamat itu.
Yang tergolong teri subyektif ialah yang memandang
keindahan dalam suatu hubungan diantara suatu benda dengan alam pikiran
seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau
menikmati benda itu.
2). Teori Perimbangan
Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kwalita
dari benda-benda, kwalita bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut
indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang
bertahan sejak abad 5 sebelum masehi sampai abad 17 di eropa. Sebagai contoh
bangunan arsitektur Yunani kuno yang berupa banyak tiang besar.
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa yunani
kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitas
yang diungkapkan dengan angka-angka. Kendahan dianggap sebagai kualita dari
benda-benda yang disusun (yakni mempunyai bagian-bagian) Hubungan dari
bagian-bagian yang mencipptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai perimbangan
atau perbandingan atau perbandingan angka-angka.
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 sebelum masehi
sampai abad ke-17 masehi selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan
dari filsafat empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka
keindahan hanyalah kesan yang subyektif sifatnya. Keindahan hanya ada pada
pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan
yang berbeda-beda. Para seniman romantic umumnya berpendapat bahwa keindahan
sesunggunhnya tercipta dari tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya
hidup, penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan, karena itu tidak
mungkin disusun teori umum tentang keindahan.
IBD Renungan
RENUNGAN
Teori-Teori Dalam Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam
memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah
hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori.
Teori-teori itu ialah : teori pengukngkapan, teori metafisik dan teori
psikilogik.
1). Teori pengungkapan
Dalil dari teori ini ialah bahwa “art is an expression of
human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori
ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang senimam ketika
menciptakan suatu karya seni.
Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf
italia Benedeto Croce (1886 – 1952) dengan karyawannya yang telah diterjemahkan
kedalam bahasa inggris “aesthetic as science of Expresion and general
Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of
impressions” ( seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah
sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui
penghayatan tentang hal-hal individual yang mengasilkan gambaran angan-angan
(images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud perbagai gambaran
angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seorang
pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan
jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seorang tidak lain adalah ekspresi dalam
gambaran angan-angan.
2). Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu
teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang karya-karya tulisanya untuk
sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenal
sumber seni plato mengemukakan sesuatu teori peniruan (imitation theory). Ini
sesuai dengan metafisika plato yang mendalikan adanya dunia ide pada taraf yang
tertinggi sebagai realita ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita
dunia ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya
seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita
duniawi sebagai contoh Plato mengemukakan ide ke-ranjang yang abadi, asli dan
indah sempurna ciptaan tuhan, kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat
ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjanganan itu. Dan akhirnya
seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan.
Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh
dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat
sebagai warga dari Negara republic yang ideal menurut plato.
3). Teori Psikologis
Teori-teori metafisis dari filsuf yang bergerak diatas
taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak
semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif.
Sebagai ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut
hubungan karya seni dan alam pikiranpenciptannya dengan menggunakan
metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori
bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar
dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung
atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.
IBD Manusia Dan Keindahan
MANUSIA DAN KEINDAHAN
Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus,
permai, cantik, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah
segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tataan, perabot rumah
tangga, suara, warna dan sebagainya. Kawasan kendahan bagi manusia sangat luas,
seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban
teknologi, social dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa
keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan adalah identic dengan kebenaran. Keindahan
kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama
yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.
Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak tertarik oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau local.
Perbedaan
keindahan sebagai suatu kualitas
abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat
dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas telah dihubungkan dengan
sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru
dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk, dengan bentuk itu
keindahan dapat berkomunikasi. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru
berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam,
tubuh yang molek, film dan nyanyian.
Menurut cakupanya orang
harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitas abstrak dan sebagai
sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa inggris sering
dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang
indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian itu kadang-kadang dicampur
adukan saja. Disamping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian,
yakni :
a). Keindahan dalam arti yang luas
b). Keindahan dalam arti estetis murni
c). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
b). Keindahan dalam arti estetis murni
c). Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan yang seluas-luasnya
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian
semula dari bangsa yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Bangsa
yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya
‘symmetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan ( misalnya pada karya pahat
dan arsitek ) dan harmoni untuk keindahan berdasarkan pendengaran (music). Jadi
pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
a).
Keindahan seni
b). Keindahan alam
c). Keindahan moral
d). Keindahan intelektual
b). Keindahan alam
c). Keindahan moral
d). Keindahan intelektual
Nilai Estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang
tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
Dalam bidang filsafat, istilah nilai seringkali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :
“The belived capacity of any object to satisfy a human
desire, The qualifty of any object which causes it to be on interest to an
individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk
memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebababkan
menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).
Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata
suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan,
karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai
itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti
ketakbenarannya.
Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai
subyektif dan nilai objektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan
nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik
dan nilai instrinsik.
Nilai Ekstrinsik dan Nilai Instrinsik
Nilai
ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk
sesuatu hal lainnya (instrumental/contributu value), yakni nilai yang bersifat
sebagai alat atau memantu.
Nilai
instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu
tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Pengertian
Kontempolasi dan ekstansi
Konempolasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan,
merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Ekstansi adlah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Ekstansi adlah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila
kedua dasar ini dihubungkan dengan bentuk di luar diri manusia, maka akan
terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah. Sesatu yang indah itu memikat atau
menarik perhatian orang yang melihat, mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu
berupa karya budaya yaitu karya seni lukis, seni suara, seni tari, seni sastra,
seni drama atau film.
Apabila konemplasi dan ekstaksi itu dihubungkan
dengan kreativitas, maka kontemplasi itu factor pendorong untuk menciptakan
keindahan, sedangkan ekstensi itu merupakan factor pendorong untuk merasakan,
menikmati keindahan. Karena drajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda
antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.
Tuesday, 26 March 2013
IBD Kasih Sayang
Kasih Sayang
Pengertian Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus bahasa Indonesia
karangan W.J.S.Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau
perasaan suka kepada seseorang.
Dalam kehidupanberumah tangga kasih sayang merupakan kunci
kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Percinaan
muda-mudi (pria-wanita) bila diakhiri dengan perkawinan, maka didalam berumah
tanggakeluarga muda itu bukan lagi bercinta-cintaan, tetapi sudah bersifat
kasih mengasih atau saling menumpahkan kasih sayang.
Cinta Kasih Dari Orang Tua
Adanya kasih sayang ini
mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan
kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebaliknya. Dari cara pemberian
cinta kasih ini dapat dibedakan :
Dalam hal ini orang tua
memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan
sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan
respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam
masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak
mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
Dalam hal ini si anak
berlebih-lebihan memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, kasih sayang ini
diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak
memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
Disini jelas bahwa
masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling
memperlihatkan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang,
masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu.
Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
Dalam hal ini orang tua
dan anak saling emberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga
hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai,
saling menghargai dan saling membutuhkan.
Kasih sayang ini
nampaknsekali bila seorang ibu sedang menyusui atau menggendong, bayinya itu
diajak bercakp-cakap, ditimang-timang, dinyanyikan, meskipun bayi itu tak tahu
arti kata-kata, lagu dan sebagainya.
Contoh-contoh Tentang Kasih Sayang
2. “Elang Laut” asrul sani secara simbolik juga mengungkapkan pengalaman batinya tentang kasih sayang, tanggung jawab dan pengorbanan yang tulus dari seekor induk elang terhadap anak-anaknya, tanpa menghiraukan dirinya. Akhirnya sang induk gagal membawakan makanan untuk anak-anaknya di sarang, karena ditengah jalan setelah terbang mati-matian melawan badai, ia pun mati dan tenggelam ke dasar lautan. Dan anak-anaknya pun mati kelaparan di sarangnya.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



